Kisah Bantuan Paket Ramadhan untuk Mualaf Papua Nugini

DTPEDULI.ORG | POPONDETTA – Matahari baru saja tergelincir ke ufuk barat di wilayah Popondetta, Provinsi Oro, Papua Nugini. Di tengah rimbunnya vegetasi tropis dan medan yang menantang, sekelompok masyarakat mualaf berkumpul dengan wajah yang memancarkan ketenangan meski dalam kesederhanaan.
Bagi mereka, Ramadhan 1447 H kali ini terasa berbeda. Ada hangatnya persaudaraan yang melintasi samudera, hadir dalam bentuk paket pangan yang sangat mereka butuhkan.

Perjuangan Menembus Jarak
Penyaluran yang berlangsung selama tiga hari, dari Senin (16/3/2026) hingga Rabu (18/3/2026), bukanlah perkara mudah. Geografi Northern Province yang menantang menuntut fisik yang prima dan kesabaran ekstra. Distribusi dilakukan secara bertahap, menjangkau lima titik, yaitu Ambeta Village, Moale Compound, Popondetta Town, Gasara Settlement, dan yang paling terpencil, Safia Village.
Untuk mencapai Safia, tim harus menempuh perjalanan khusus yang memakan waktu hingga dua hari. Namun, jauhnya jarak seolah menguap saat melihat senyum para penerima manfaat.

Di balik kelancaran program ini, ada sosok Abdul Wahid Walter Iji, ustadz sekaligus imam yang menjadi pelita bagi komunitas mualaf dan minoritas Muslim di sana. Dengan telaten, ia mendampingi proses pembelian barang di supermarket setempat hingga memastikan setiap paket sampai ke tangan yang berhak.
"Alhamdulillah, penyaluran program pangan Ramadhan untuk seluruh saudara mualaf di Northern Province (Provinsi Oro) telah selesai hari ini," ujar Abdul Wahid dengan nada haru.

“Atas nama umat Muslim di Northern Province ( Provinsi Oro), saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami berharap dukungan ini dapat terus berlanjut bagi saudara-saudara mualaf di Papua Nugini," tambahnya sembari mendoakan keberkahan bagi para donatur.
“Jazakallah khairan katsiran wa barakallahu fikum, semoga Allah memberikan keberkahan kepada saudara Denny (relawan DT Peduli) dan DT Peduli dengan balasan yang melimpah di dunia dan di akhirat. Aamiin.”
Memperkuat Tauhid Melalui Solidaritas
Program ini bukan sekadar tentang bantuan sembako, melainkan tentang penguatan akidah. Menjadi mualaf di wilayah minoritas dengan akses sumber daya yang terbatas adalah tantangan besar.

Kini, di balik sunyinya desa Safia dan hiruk pikuk Popondetta Town, ada doa-doa yang melangit. Doa untuk para dermawan, doa untuk keberlangsungan dakwah, dan doa agar cahaya Islam terus bersinar terang di tanah Papua Nugini.
Baca juga: Kehangatan Buka Puasa untuk Senyum Gaza
Penyunting: Agus ID
Penilaian Pembaca
Berita Lainnya
DT Peduli Tasikmalaya Hadiri Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Karhutla di Gedung Wakil Bupati TasikmalayaDTPEDULI.ORG | TASIKMALAYA - Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi penanggulangan bencana, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Tasikmalaya menghadiri Rapat…
Ringankan Beban Penyintas Kebakaran Ciptamulya, DT Peduli Salurkan Paket Bantuan dan Buka Pos HangatDTPEDULI.ORG | SUKABUMI – DT Peduli menyalurkan paket bantuan dan membuka Pos Hangat untuk penyintas musibah kebakaran yang melanda kawasan adat…
Meriahkan Bulan Muharram, DT Peduli Surabaya Bersama dr. Niko Gelar Khitan Gratis untuk Anak DhuafaDTPEDULI.ORG | SURABAYA - Dalam rangka memeriahkan Bulan Muharram 1448 Hijriah, DT Peduli bekerja sama dengan Praktik Umum dr. Niko menggelar Program Khitan…