Karena Rumah Bukan Sekadar Bangunan, Tetapi Tempat Dimana Harapan Kembali Dilahirkan

DTPEDULI.ORG | SUKABUMI – Setahun yang lalu, hidup Ani Fatimah mulai bergeser, tidak hanya secara emosional, tetapi juga secara harfiah. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindungnya perlahan-lahan mulai retak akibat pergerakan tanah yang tak kunjung berhenti di Desa Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Tidak ada gempa besar atau longsor tiba-tiba. Justru, yang paling menakutkan adalah kehancuran yang datang perlahan, seperti waktu yang mencungkil harapan sedikit demi sedikit. Ani menyaksikan dinding rumahnya merekah hari demi hari. Lantai mulai miring. Genteng merosot. Anak-anaknya mulai takut pulang.

Sejak itu, Ani menjadi segalanya. Ia adalah ibu, ayah, pelindung, pencari nafkah, dan tempat berlindung bagi empat anak yang masih kecil dan sangat bergantung padanya.
“Kalau saya ikut roboh, anak-anak saya akan tinggal di mana? Mereka cuma punya saya sekarang,” ujarnya dengan suara pelan namun penuh tekad.
Untuk bertahan hidup, Ani melakukan apa saja: mencuci pakaian tetangga, menjahit, mengumpulkan sisa-sisa bahan makanan murah, bahkan berjualan kecil-kecilan dengan baki seadanya. Tapi setiap hari, ia harus pulang ke rumah yang tak lagi layak ditinggali. Tidur dengan waspada, bangun dengan cemas.
Ia tahu, setiap bunyi dari atap, setiap retakan baru di tembok, bisa jadi awal dari runtuhnya seluruh dunia kecil yang ia pertahankan. Meski begitu, Ani tak pernah membiarkan anak-anaknya kehilangan senyum. Ia masih menyuapi mereka dengan kasih, masih menyelimuti mereka dengan lembut, seolah rumah itu masih berdiri sempurna.
Hingga akhirnya, sebuah harapan datang. DT Peduli hadir di desanya melalui program Recycle House hunian ramah lingkungan yang dibangun untuk para penyintas bencana. Peresmiannya dilakukan pada Selasa (27/5/2025).
Tidak hanya itu, rumah Ani akan didesain khusus agar bisa difungsikan juga sebagai warung kecil-kecilan. Untuk pertama kalinya, Ani tak hanya menerima bantuan, tapi juga kesempatan untuk bangkit dengan mandiri.
Peletakan batu pertama sudah dilakukan. Di saat batu itu menyentuh tanah, Ani tahu, ini bukan hanya awal dari pembangunan rumah, tapi juga pembangunan kembali hidupnya.
“Rumah ini bukan hanya tempat tinggal. Ini adalah ruang aman. Tempat anak-anak saya bisa tidur tanpa takut. Dan tempat saya bisa jualan dari teras sendiri, tanpa harus pergi jauh atau meninggalkan mereka,” kata Ani sambil menatap lahan kosong yang segera akan menjadi rumah barunya.
Kini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Ani merasa masa depan ada. Rumahnya nanti tidak hanya berdiri kokoh di atas tanah yang dulu bergeser, tapi juga di atas fondasi kasih sayang, gotong royong, dan kepedulian yang nyata.
Ia tidak lagi sendiri. Pada kayu pondasi, toho panel, dan bahan daur ulang, tertanam harapan baru yang tidak bisa retak karena dibangun dari kekuatan seorang ibu, dan dukungan dari hati banyak orang.
Baca juga: DT Peduli Resmikan Recycle House untuk Penyintas Bencana Pergerakan Tanah Nyalindung
Penulis: Gyn
Editor: Agus ID
Penilaian Pembaca
Berita Lainnya
DT Peduli Tasikmalaya Hadiri Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Karhutla di Gedung Wakil Bupati TasikmalayaDTPEDULI.ORG | TASIKMALAYA - Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi penanggulangan bencana, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Tasikmalaya menghadiri Rapat…
Ringankan Beban Penyintas Kebakaran Ciptamulya, DT Peduli Salurkan Paket Bantuan dan Buka Pos HangatDTPEDULI.ORG | SUKABUMI – DT Peduli menyalurkan paket bantuan dan membuka Pos Hangat untuk penyintas musibah kebakaran yang melanda kawasan adat…
Meriahkan Bulan Muharram, DT Peduli Surabaya Bersama dr. Niko Gelar Khitan Gratis untuk Anak DhuafaDTPEDULI.ORG | SURABAYA - Dalam rangka memeriahkan Bulan Muharram 1448 Hijriah, DT Peduli bekerja sama dengan Praktik Umum dr. Niko menggelar Program Khitan…