Kala Al-Qur’an Menjadi Pelipur Lara Penyintas Banjir Aceh

DTPEDULI.ORG | BANDA ACEH – Gemuruh air bah yang menerjang pada akhir November 2025 lalu memang telah berlalu, namun traumanya masih lekat dalam ingatan Daryati. Warga Alue Kuta, Bireuen ini hanya bisa terpaku menatap hamparan lumpur yang kini menutup jejak rumahnya. Tak ada dinding yang tersisa, tak ada atap untuk bernaung. Baju, perabot, hingga kitab suci Al-Qur’an miliknya lenyap ditelan arus banjir bandang yang terjadi tiga bulan silam.

"Waktu datang bantuan, Aina tidak minta apa-apa. Dikasih jajan pun tidak mau. Dia cuma minta Al-Qur’an sama Bapak relawan," kenang Daryati dengan suara bergetar.
Menyalurkan Cahaya di Tengah Ujian Puasa
Merespons kerinduan para penyintas yang ingin menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan tadarus, DT Peduli bersama Wakaf DT bergerak menyisir wilayah terdampak. Pada Sabtu (21/2/2026), tim menyalurkan Wakaf Mushaf Al-Qur’an di Alue Kuta, Bireuen dan Riseh Teungoh, Aceh Utara. Perjalanan berlanjut pada Minggu (22/2/2026) menuju Lhok Sandeng, Pidie Jaya) dan Manyang Lancok, Pidie.

"Ini buat Bunda, biar Bunda bisa baca," ucapnya polos. Bagi Nazwa, membawa pulang Al-Qur’an adalah kado Ramadhan paling berharga untuk ibundanya.
Kekuatan Ibadah di Pengungsian
Bagi para penyintas, Ramadhan tahun ini adalah momentum untuk bersimpuh lebih dalam, memohon kekuatan pascabencana. Fatimah (48), penyintas di Lhok Sandeng, mengungkapkan betapa berartinya bantuan ini. Baginya, kehilangan rumah adalah ujian fisik, namun tidak bisa bertadarus di bulan Ramadhan adalah kesedihan yang tak terperi.
"Terima kasih kepada Wakaf DT dan DT Peduli. Semoga Allah memberi balasan sebanyak-banyaknya, selamat iman bagi saudara-saudara kami yang telah membantu," ujar Fatimah tulus.

"Senang sekali. Ini yang diperlukan anak-anak. Kami sangat senang kalau sudah punya Al-Qur’an lagi, karena semuanya sudah hilang kemarin," ungkap Daryati sambil terisak.
Melalui Wakaf Al-Qur'an, para donatur bukan hanya meneguhkan kepedulian di Bulan Ramadhan, tetapi juga mengirimkan harapan bahwa meski rumah telah hanyut, iman tak boleh ikut larut.
Baca juga: Langkah Safana Menembus Pelosok: Dari Penerima Beasiswa, Kini Jadi Relawan Salurkan Mushaf Al-Qur'an
Penyunting: Agus ID
Penilaian Pembaca
Berita Lainnya
DT Peduli Tasikmalaya Hadiri Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Karhutla di Gedung Wakil Bupati TasikmalayaDTPEDULI.ORG | TASIKMALAYA - Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi penanggulangan bencana, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Tasikmalaya menghadiri Rapat…
Ringankan Beban Penyintas Kebakaran Ciptamulya, DT Peduli Salurkan Paket Bantuan dan Buka Pos HangatDTPEDULI.ORG | SUKABUMI – DT Peduli menyalurkan paket bantuan dan membuka Pos Hangat untuk penyintas musibah kebakaran yang melanda kawasan adat…
Meriahkan Bulan Muharram, DT Peduli Surabaya Bersama dr. Niko Gelar Khitan Gratis untuk Anak DhuafaDTPEDULI.ORG | SURABAYA - Dalam rangka memeriahkan Bulan Muharram 1448 Hijriah, DT Peduli bekerja sama dengan Praktik Umum dr. Niko menggelar Program Khitan…