Gizi Terpenuhi, Namun Penyintas Banjir Tukka Tak Punya Tempat Pulang Jelang Ramadhan

Daftar Isi
DTPEDULI.ORG | TAPANULI TENGAH - Aroma gurih tumis udang dan cumi menyengat di antara barisan tenda pengungsian di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Kamis (5/2/2026). Memasuki hari kedua operasionalnya, Dapur Umum kolaborasi Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom IJK) Sulawesi Utara dan IJK Sumsel menyajikan menu spesial penuh protein bagi para penyintas banjir.

Gizi Terjamin di Tengah Duka
Program bantuan dari Forkom IJK ini dirancang untuk memastikan para pengungsi tidak kekurangan nutrisi selama masa pemulihan. Menu yang bervariasi setiap harinya diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi warga yang masih terguncang pasca-bencana.
"Hari ini menu spesial penuh protein, ada tumis udang dan cumi lengkap dengan sayuran kacang. Kami ingin memastikan gizi mereka tetap terjaga agar kondisi fisik mereka tidak drop," ujar salah satu relawan di lapangan.
Dilema Pengusiran Sebelum Ramadhan
Kecukupan gizi ini nyatanya tak mampu menghapus gurat kecemasan di wajah warga. Dua hari menjelang bulan suci Ramadhan, para penyintas harus menerima kenyataan pahit bahwa tenda pengungsian akan segera dibubarkan.
Mereka diminta angkat kaki dan mencari tempat tinggal baru secara mandiri, tepat saat umat Muslim bersiap menyambut bulan penuh berkah. Instruksi ini menjadi momok bagi warga yang kini tak lagi memiliki tempat untuk pulang.
Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi warga Tukka yang kehilangan segalanya. Alih-alih pulang untuk mempersiapkan sahur pertama, mereka justru tidak memiliki arah tujuan karena rumah-rumah mereka telah lama hanyut tersapu banjir bandang, hanya menyisakan puing dan tanah kosong.
Ketidakpastian mengenai tempat tinggal ini membuat suasana di pengungsian diselimuti kesedihan. Warga terombang-ambing antara instruksi pengosongan tenda dan kenyataan bahwa mereka tak lagi memiliki atap untuk berteduh.
Harapan Hunian Tetap
Novita Sani, relawan yang terjun langsung dalam pendistribusian bantuan, tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya melihat kondisi para pengungsi. Ia menekankan bahwa kebutuhan mendesak saat ini bukan lagi sekadar pangan, melainkan kepastian tempat tinggal bagi para penyintas.
"Sangat memilukan. Hari ini mereka mungkin kenyang, tapi besok lusa mereka tidak tahu harus merebahkan badan di mana saat kumandang azan Maghrib pertama Ramadhan bergema," ujar Novita dengan nada lirih.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera merealisasikan pembangunan hunian tetap (Huntap). Menurutnya, hanya dengan hunian tetap masyarakat bisa kembali menata hidup dan menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa harus meratapi hilangnya rumah mereka.
Baca juga: Dua Bulan Pascabencana, Penyintas di Tukka Masih Bertumpu pada Dapur Umum
Penyunting: Agus ID
Penilaian Pembaca
Berita Lainnya
DT Peduli Tasikmalaya Hadiri Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Karhutla di Gedung Wakil Bupati TasikmalayaDTPEDULI.ORG | TASIKMALAYA - Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi penanggulangan bencana, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Tasikmalaya menghadiri Rapat…
Ringankan Beban Penyintas Kebakaran Ciptamulya, DT Peduli Salurkan Paket Bantuan dan Buka Pos HangatDTPEDULI.ORG | SUKABUMI – DT Peduli menyalurkan paket bantuan dan membuka Pos Hangat untuk penyintas musibah kebakaran yang melanda kawasan adat…
Meriahkan Bulan Muharram, DT Peduli Surabaya Bersama dr. Niko Gelar Khitan Gratis untuk Anak DhuafaDTPEDULI.ORG | SURABAYA - Dalam rangka memeriahkan Bulan Muharram 1448 Hijriah, DT Peduli bekerja sama dengan Praktik Umum dr. Niko menggelar Program Khitan…